Bagai jam dinding, Terus berdetak dengan tepat, Meski tak seorang melihat, Karena suatu saat, Ketika butuh, Orang akan menatap, Dan menerima kebaikan yang telah sedia. Bagai jam dinding, Terus berdetak dengan tepat, Meski setelah dilihat, Tak terucap sepatah pun, Terima kasih . Bagai jam dinding, Terus berdetak dengan tepat, Hingga daya menipis, Dan habis, Tanda waktu telah tiba, Untuk turun dari dinding rumah, Undur dari panggung kehidupan. Bagai jam dinding, Terus berdetak dengan tepat, Bukan demi terlihat, Bukan demi meraih puja-puji, Atau menghindar kritik dan uji, Tapi, karena sang tuan menugaskan demikian...
Blog ini berisi permenungan, ilustrasi khotbah, & pencetus apa pun. Silahkan menebarkan di jaringan pribadi Anda. Ingat sumbernya. Silahkan melayangkan tanggapan atau pertanyaan. Selamat menikmati. TUHAN memberkati.