Insyafkah ketika kita di jalanan? Orang y ang mengemudi lebih lamban kita perkatai , “Lambat!” atau “ Dia b isa nyetir, nggak , sih ?” Orang y ang berkendara lebih kencang juga tak luput , “ Dasar, n ekat!” atau “ Ngg ak sayang nyawa.” Jadi , kecepatan berapa kah yang paling tepat? Tentu saja , kecepatan kita . Entah berapa pun kilometer per jam, pokoknya kecepatan kitalah yang paling tepat. Kini, di gereja. Suasana pujian menguar di udara . Tetangga kiri bersemangat. Timbul pikir an , “ Sepertinya d ia baru ditolong Tuhan, pantas girang banget .” Tetangga di kanan pun tak lolos dari pengamatan. Dia b ernyanyi tanpa tenaga. Tidak mengangkat tangan, mata nya nanar ke depan. Dalam hati kita berkata , “Kasihan, malas gerak. Tanpa sukacita, pasti lagi banyak masalah.” Sekarang tebak, jemaat mana yang punya gaya memuji paling tepat? Ya, benar. Kita. Gaya kita lah yang paling tepat. Lagi b ersemangat? Menangis? Berjingkrak? Teduh? Norak ? Tak peduli. Asal itu gaya kita, maka gay...
Blog ini berisi permenungan, ilustrasi khotbah, & pencetus apa pun. Silahkan menebarkan di jaringan pribadi Anda. Ingat sumbernya. Silahkan melayangkan tanggapan atau pertanyaan. Selamat menikmati. TUHAN memberkati.