Langsung ke konten utama

Postingan

HOW TO CHOOSE WHICH TO CHOOSE?

Jack Ma, Chinese entrepreneur: If you put bananas and money in front of monkeys, monkeys will choose bananas because monkeys do not know that money can buy a lot of bananas. In reality, if you offer job and business to people, they would choose job because most people do not know that business can bring more money than wages. Profit is better than wages, for wages can make you a living but profits can bring you a fortune.   I’m taking quite more than enough quote up here just to make sure we have sufficient context to check. But, what he had said rang a bell in me. Spiritually speaking, of course. Monkeys, unlike us, don’t know the worth of money. They naturally, automatically, will choose bananas over money. How about us, humans? Do we think we have enough perspective to make the right choice? No, we don’t. In cases dealing with things more than “bananas and money,” we, earthborne-humans, don't know which to choose.  So, how do we know which? Let's get back to Jack. If only m...
Postingan terbaru

HAMAN, OH HAMAN

Maka Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja (Est. 5:11, LAI-TB). Mari kita daftar apa saja yang dimiliki Haman hingga titik ini: - kekayaan besar, - anak lelaki banyak, - kebesaran dari raja, - kenaikan pangkat di atas para pembesar dan seluruh pegawai kerajaan. Singkatnya, Haman memiliki segalanya. Kecuali, jiwanya.  * Mari kita dengar sendiri dari mulut Haman:  Akan tetapi semuanya itu tidak berguna bagiku, selama aku masih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja" (Est. 5:13, LAI-TB). Kepuasan Haman terusik oleh seorang dari negeri terbuang yang lebih rendah dalam berbagai perkara yang telah dipamerkannya di hadapan para sahabat. Jiwanya resah oleh seorang lelaki yang mewakili bagian dari dunia yang tidak tunduk kepadanya (bdk. Est. 3:4). Seluruh kekayaan, keluarga, dan kebesar...

GAJI (Canda)

Tengah bulan, dua rekan kerja berbincang. X: Gaji koq rasanya cuma mampir, ya, di kantong saya. Setelah itu pergi entah ke mana. Y: Bukan, bro . Gaji bukan cuma mampir. Kita yang membiarkan mereka berkelana untuk melakukan tugasnya. X: ( Senyum kecut. )

LIBURAN (Canda)

Hari pertama masuk kantor setelah dua minggu libur akhir semester. X: Selamat pagi, pak. Bagaimana kabar liburannya? Y: Puji TUHAN, berlalu begitu saja. X: ( Tersenyum. ) * Liburan, Dikau berlalu pergi secepat kedatanganmu.

TIGA PERMINTAAN

Kalau saya beri Anda tiga permintaan, apa yang akan Anda minta? 1. Sehat. 2. Ekonomi lancar. 3. Ehm, ehm… Di titik ini, nih, orang mulai berpikir lama. Mengapa? Sebab, hanya diberi tiga permintan, jadi sebaiknya minta yang benar-benar akan mengubahkan hidup. Jadi, minta apa? Ehm… sebentar. Apa ya? Tunggu, tunggu, minta apa ya? (sambil masih terus mikir …) Bisakah saya bantu beri saran? Apa? Bagaimana kalau Anda minta “tiga permintaan lagi”? Hahaha, bagus juga. Ya, benar. Saya minta tiga permintaan lagi. Bagus, pilihan bijak. * Bukan, ini bukan tentang keserakahan, kerakusan, ketamakan. Ini manusiawi. Karena, ada banyak kebutuhan dan keinginan. Diberi tiga permintaan, dan yang terakhir meminta tiga permintaan lagi . Ini masuk akal, dapat dimengerti, termaklumi. Dalam tiga permintaan, kita diberi batasan. Hanya tiga permintaan. Hingga kita tersadar, dan di permintaan ketiga meminta tiga permintaan lagi . Kita kemudian memperluas batasan itu. Kita mendapat tiga kesempa...

LAUT MENGANDUNG GARAM, TAPI IKAN LAUT KOQ TIDAK ASIN?

  Ketika kita perhatikan, ikan laut adalah fenomena menarik. Ia hidup di air laut yang memiliki kadar garam lebih tinggi daripada air tawar. Anehnya, ketika dimasak, ikan laut tak terasa asin. Karena itu, kita masih harus menambahkan garam. Mengapa? Insang. Ikan laut punya insang yang berfungsi untuk pernapasan, sekaligus memisahkan garam dan memompanya keluar dari tubuh, sehingga kadar garam di dalam tubuh tetap normal. * Inilah perbedaan kita dengan ikan laut. Insang. Kita tak punya insang. Jadinya, lingkungan memiliki pengaruh besar atas kita. Bahkan, membentuk pikiran dan, kemudian, karakter kita. Maka, pilihlah lingkungan yang tepat. Mari berkumpul dengan sesama orang percaya sebagai Gereja. Bukan sekadar pergi ke gereja, lebih lagi, mari berkomunitas saling mendukung satu sama lain. Bersekutu adalah cara alkitabiah agar kita menang dalam iman dan panggilan Kristus. Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1 Kor. 15:33). Ingat, kita tak punya insang. Just show me ...

PAK CHOY: DALAM PROSES

Melihat semaian benih pak choy (sawi sendok) yang baru berumur sepuluh hari, seorang rekan berkata kepada si petani: “Pak, apa benar ini pak choy ? Koq beda banget? Kenapa daunnya nggak menempel di tanah?” Petani itu tersenyum dan berujar, “Ya jelas beda, to Bu. Khan yang ini semaian baru, belum dewasa seperti yang biasa Ibu lihat di pasar.” * Kawan, pak choy yang kita lihat di pasar adalah versi dewasa dan siap dikonsumsi. Sementara, yang rekan saya lihat tadi adalah pak choy muda yang sedang bertumbuh menuju kedewasaan. Meski berbeda, tapi keduanya sama-sama pak choy . Mengingatkan pada anak-anak atau generasi masa depan kita. Mereka saat ini bukanlah versi dewasanya. Jadi, hindari menghakimi mereka menurut pandangan kekinian kita. Ingat, mereka bisa menjadi begitu berbeda dengan tampakan masa kecilnya. Tugas kita adalah mendidik mereka di jalan Kristus, supaya saat dewasa, mereka siap menggenapi panggilan TUHAN. Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada m...