Melihat semaian benih pak choy (sawi sendok) yang baru berumur sepuluh hari, seorang rekan berkata kepada si petani: “Pak, apa benar ini pak choy? Koq beda banget? Kenapa daunnya nggak menempel di tanah?”
Petani itu tersenyum dan
berujar, “Ya jelas beda, to Bu. Khan yang ini semaian baru, belum
dewasa seperti yang biasa Ibu lihat di pasar.”
*
Kawan, pak choy yang
kita lihat di pasar adalah versi dewasa dan siap dikonsumsi. Sementara, yang rekan
saya lihat tadi adalah pak choy muda yang sedang bertumbuh menuju
kedewasaan. Meski berbeda, tapi keduanya sama-sama pak choy.
Mengingatkan pada
anak-anak atau generasi masa depan kita. Mereka saat ini bukanlah versi dewasanya.
Jadi, hindari menghakimi mereka menurut pandangan kekinian kita. Ingat, mereka
bisa menjadi begitu berbeda dengan tampakan masa kecilnya. Tugas kita adalah
mendidik mereka di jalan Kristus, supaya saat dewasa, mereka siap menggenapi panggilan
TUHAN.
Didiklah orang muda
menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan
menyimpang dari pada jalan itu (Ams. 22:6).
Selamat merawat "pak
choy" Anda.
Sby 29 Jan 2024

Komentar
Posting Komentar