Bagai jam dinding,
Terus berdetak dengan tepat,
Meski tak seorang melihat,
Karena suatu saat,
Ketika butuh,
Orang akan menatap,
Dan menerima kebaikan yang telah sedia.
Bagai
jam dinding,
Terus berdetak dengan
tepat,
Meski setelah dilihat,
Tak terucap sepatah pun,
Terima kasih.
Bagai jam dinding,
Terus berdetak dengan tepat,
Hingga daya menipis,
Dan habis,
Tanda waktu telah tiba,
Untuk turun dari dinding rumah,
Undur dari panggung kehidupan.
Bagai
jam dinding,
Terus berdetak dengan
tepat,
Bukan
demi terlihat,
Bukan
demi meraih puja-puji,
Atau menghindar kritik
dan uji,
Tapi,
karena sang tuan menugaskan demikian,
Tunggal
tujuan,
Demi hatinya berkenan.
Komentar
Posting Komentar