Seorang anak merasakan gatal di kaki. Dia menggaruk kulit kaki itu keras-keras, hingga lecet. Dia mengaduh. Ibunya memberi minyak oles. Anak itu meringis, kesakitan, “Ibu, kulitku makin terasa pedih. Minyak itu menyakiti kulitku.”
Ibu tersenyum. “Coba oleskan
minyak itu di tanganmu.” Anak itu melakukannya. “Apakah kulit tanganmu terasa pedih?”
tanya Ibu. Si anak menggeleng. Ibu melanjutkan, “Jadi, bukan minyak yang
membuat kulit kakimu terasa sakit. Tapi, lecet itu. Semakin dalam lecetnya,
semakin perih rasanya. Minyak itu justru sedang menyembuhkan kulitmu.”
*
Berapa banyak orang salah
paham terhadap firman TUHAN? Firman dirasa menyakitkan, perih, memedihkan,
bahkan menyesakkan.
Firman sesungguhnya menyembuhkan.
Yang sedang sakit adalah hati.
Ketika hati sedang sehat,
firman dengan lembut masuk ke dalam. Tanpa hambatan, meneguhkan, dan
menguatkan.
Tetapi, ketika hati sedang
sakit, firman mengobati luka. Proses ini akan terasa sangat menyakitkan.
Semakin pedih rasanya berarti semakin banyak penyakit yang perlu dibereskan dan
semakin dalam luka yang harus dibersihkan.
Bukan firman bermaksud menyakiti,
melainkan hati yang sakit sedang disembuhkannya.
Sebab itu
buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan
terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang
berkuasa menyelamatkan jiwamu (Yak. 1:21, LAI-TB).
Komentar
Posting Komentar