ikan kecilku
rindu
bebas merdeka
dari
airnya
ia hasratkan
tuk’
keluar cepat
pergi ke darat
lompat,
terlepas…
sekejap… megap-megap
menanti mati
*
Ikan kecil menganggap air laksana
belenggu. Ia rindu meluncur tanpa perintang. Terbebas, sangkanya. Tak insyaf betapa makna air baginya.
Ikan tidak dicipta untuk hidup di luar air.
Pun, manusia tidak dirancang
untuk hidup di luar hukum. Siswa sekolah disanksi jika mencontek. Tim sepakbola dihukum
jika melanggar
aturan main. Pebisnis digugat jika melanggar perjanjian.
Pameo
“hukum ada untuk dilanggar” adalah ujaran tanpa akal. Hukum bukan penghambat
kebebasan. Hukum justru memungkinkan kebebasan untuk dijalani. Kawan,
kebebasan dari hukum adalah ilusi. Keluar dari hukum
hanya berujung pada
kebinasaan.
Rahmat-Mu berlimpah, ya TUHAN, hidupkanlah aku
sesuai dengan hukum-hukum-Mu (Mzm.
119:156, LAI-TB).
*
IKAN KECIL (Lanjutan)
terengah-engah
kar’na air
tiada
susutlah pongah
kucing hampiri
ikan
menatap iba
“ck,
dasar bodoh!”
sesal
si ikan
asa tiada
daya
di rahang p’mangsa
(Sidoarjo, 19 Jan 2020)
Komentar
Posting Komentar