Ketika belajar berenang, dan mulai tenggelam, reaksi alami kita biasanya bergerak meronta-ronta sekuat yang kita bisa. Sayangnya, itu bukan gerakan yang bermanfaat untuk membuat kita terapung. Sebaliknya, gerakan kalang kabut dan panik itu justru membuat kita makin terbenam. Semakin kuat berjuang, semakin turun pula di kedalaman. Hingga, kita letih. Lalu, berhenti melawan.
Ajaibnya, pada saat
itulah kita dapati bahwa kita mulai mengambang. Dengan berhenti melawan, kita
justru terangkat oleh massa jenis kita sendiri yang lebih kecil daripada massa
jenis air. Kita mengapung lagi. Kita terangkat ke permukaan ketika berhenti
meronta. Betapa lega rasanya.
*
Kawan, kerap kali ketika manusia
mulai tenggelam dalam ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, bahkan kebencian dan
kepahitan, reaksi pertama adalah berjuang sekuat tenaga melawannya.
Saya tidak takut. Saya tidak
khawatir pada masa depan. Kerja keras tanpa libur ini saya lakukan demi menjaga
kestabilan keuangan kami. Anak-anak saya pasti paham. Lagipula, situasi dunia
sedang sulit, bukan?
Saya tidak benci dia, koq.
Saya tidak punya kepahitan pada siapa pun. Saya hanya tidak nyaman bertemu muka
dengannya di gereja. Ini bukan masalah besar.
Pembenaran demi
pembenaran membuat kita makin tenggelam. Makin mengkhawatirkan banyak hal, Bagaimana
kalau apa yang saya takutkan benar-benar terjadi? Makin membenci, Dia
pasti juga merasakan hal yang sama, dia pasti tak senang berpapasan denganku di
gereja, pasti demikian. Maka, makin terbenamlah kita oleh beratnya beban pikiran
sendiri.
Di titik ini, kita perlu berhenti.
Lalu, belajar menyerahkan beban emosional kepada TUHAN. Kalau sesuatu tak akan
terjadi, mengapa mengkhawatirkannya? Kalau pun akan terjadi, apakah pikiran
khawatir bisa menghentikannya?
Ketika kita menyerahkan semua
itu kepada TUHAN, kita terbebas. Kita terangkat ke atas, karena beban terlepas.
Kita lebih ringan daripada segala kemungkinan yang kita pikirkan. Seiring kita memercayai
kehendak TUHAN yang baik.
Percayalah kepada TUHAN
dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Ams.
3:5).
Sda Mar 2023
Komentar
Posting Komentar